Pandemi Bikin Bonsai Kelapa Makin Booming

Posted on

Biasanya, orang laksanakan kegiatan bonsai tanaman untuk beringin, asam jawa, cemara udang, adenium atau kamboja Jepang, sampai pohon jambu. Nah, sepanjang pandemi berlangsung, terasa banyak yang bikin bonsai kelapa alias bonkla, bersama menggunakan pohon kelapa tipe kelapa gading. Setelah jadi, bonsai kelapa dapat menjadi pemanis ruangan.

Permintaan bonsai kelapa terasa menanjak pada April dan Mei lalu. Menurut tidak benar satu pembudidaya bonsai, termasuk bonsai kelapa, Tommy Oktavian asal Bengkulu, puncak keinginan bonsai kelapa berjalan di periode tersebut. Dalam sebulan, disaat itu, ia dapat menjajakan sampai 70 pot bonsai kelapa.

Namun, setelah periode di awal-awal pandemi itu, keinginan agak mengalami penurunan sejalan tren baru tanaman hias, yaitu janda bolong. Meski begitu, Tommy menyebutkan, bonsai kelapa diklaim tidak enteng naik turun permintaannya. “Permintaan bonsai kelapa sebetulnya stabil sebab peminatnya tetap ada,” katanya kepada KONTAN.

Saat ini, Tommy membanderol harga satu pot bonsai kelapa Rp 250.000 sampai Rp 300.000, terkait dari bentuk dan besarnya. Hanya pas booming beberapa bulan lalu, harga bonsai kelapa sempat menyentuh harga di Rp 500.000 per pot.

Kini, Tommy dapat meraup omzet sampai Rp 2,4 juta dari budidaya bonsai kelapa, bersama minimal penjualan 8 pot per bulan. Sistem penjualannya masih mengandalkan pemasaran melalui tempat sosial.

Hanya, budidaya bonsai kelapa masih merupakan bisnis sampingan dari Tommy. Meski begitu, ia bakal mengembangkan bisnis bonsai kelapa bersama memperluas penjualan di ranah marketplace. Selain itu, memasukkan bonsai kelapa hasil racikannya ke sentra kerajinan atau toko oleh-oleh di Bengkulu.

Pembudidaya bonsai kelapa lainnya, Suyatno yang berjualan di Jalan Lombok, Jakarta Pusat, memulai bisnis ini sejak 2016 dan mengandalkan penjualan hanya di acara car free day saja. Sebelum pandemi korona, dia dapat mendulang omzet sebesar Rp 4 juta sampai Rp 5 juta per bulan. Jumlah yang lumayan, mengingat bonsai kelapa hanya bisnis sampingan.

Sementara bulan lalu, ia dapat menjajakan sampai 9 pot bonsai ragam ukuran. Untuk ukuran tunas, dia memberi banderol harga Rp 100.000 per pot. Sedang ukuran tunas bersama umur lebih dari satu tahun, harganya dapat capai Rp 3 juta per pot.

Biasanya, bonsai kelapa terasa miliki nilai tinggi setelah berusia sekitar tiga bulan sampai enam bulan. Melihat potensi yang ada, Suyatno dambakan mendapat wilayah yang tetap untuk berjualan tanaman bonsai kelapa.